Monday, March 18, 2013

Pemanfaatan dan Potensi Biomassa di Indonesia


 PEMANFAATAN ENERGI BIOMASSA


      5.1.  Biobriket
Briket adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur. Briket yang terkenal adalah briket batubara namun tidak hanya batubara saja yang bisa di bikin briket. Biomassa lain seperti sekam, arang sekam, serbuk gergaji, serbuk kayu, dan limbah-limbah biomassa yang lainnya. Pembuatan briket tidak terlalu sulit, alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.  

5.2.  Gasifikasi
Secara sederhana, gasifikasi biomassa dapat didefinisikan sebagai proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor gasifikasi (gasifier) menjadi bahan bakar. Gas tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakan generator pembangkit listrik. Gasifikasi merupakan salah satu alternatif dalam rangka program penghematan dan diversifikasi energi. Selain itu gasifikasi akan membantu mengatasi masalah penanganan dan pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan.  Ada tiga bagian utama perangkat gasifikasi, yaitu : (a) unit pengkonversi bahan baku (umpan) menjadi gas, disebut reaktor gasifikasi atau gasifier, (b) unit pemurnian gas, (c) unit pemanfaatan gas.

      5.3.  Pirolisa
Pirolisa adalah penguraian biomassa (lysis) karena panas (pyro) pada suhu yang lebih dari 150oC. Pada proses pirolisa terdapat beberapa tingkatan proses, yaitu pirolisa primer dan pirolisa sekunder. Pirolisa primer adalah pirolisa yang terjadi pada bahan baku (umpan), sedangkan pirolisa sekunder adalah pirolisa yang terjadi atas partikel dan gas/uap hasil pirolisa primer.  Penting diingat bahwa pirolisa adalah penguraian karena panas, sehingga keberadaan O2 dihindari pada proses tersebut karena akan memicu reaksi pembakaran.

5.4. Liquification
Liquification merupakan proses perubahan wujud dari gas ke cairan dengan proses kondensasi, biasanya melalui pendinginan, atau perubahan dari padat ke cairan dengan peleburan, bisa juga dengan pemanasan atau penggilingan dan pencampuran dengan cairan lain untuk memutuskan ikatan. Pada bidang energi liquification tejadi pada batubara dan gas menjadi bentuk cairan untuk menghemat transportasi dan memudahkan dalam pemanfaatan.

5.5. Biokimia
  
Pemanfaatan energi biomassa yang lain adalah dengan cara proses biokimia.Contoh proses yang termasuk ke dalam proses biokimia adalah hidrolisis, fermentasi dan an-aerobic digestion. An-aerobic digestion adalah penguraian bahan organik atau selulosa menjadi CH4 dan gas lain melalui proses biokimia. Adapun tahapan proses anaerobik digestion adalah diperlihatkan pada Gambar   .
Selain anaerobic digestion, proses pembuatan etanol dari biomassa tergolong dalam konversi biokimiawi.  Biomassa yang kaya dengan karbohidrat atau glukosa dapat difermentasi sehingga terurai menjadi etanol dan CO2.  Akan tetapi, karbohidrat harus mengalami penguraian (hidrolisa) terlebih dahulu menjadi glukosa.  Etanol hasil fermentasi pada umumnya mempunyai kadar air yang tinggi dan tidak sesuai untuk pemanfaatannya sebagai bahan bakar pengganti bensin.  Etanol ini harus didistilasi sedemikian rupa mencapai kadar etanol di atas 99.5%.



Potensi Biomassa di Indonesia



     Potensi energi biomassa Indonesia diperkirakan: 49.810 MW (50 GW) yang berasal dari perkiraan produksi 200 juta ton biomassa/tahun dari residu pertanian, kehutanan, perkebunan dan limbah padat/sampah kota, 

Kelapa Sawit
Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dan produksi CPO tahun 2011 diperkirakan 22 juta ton, (tahun 2005 masih 13,8 juta ton) dengan potensi biomassa dari residu minyak kelapa sawit dan 350 pabrik minyak kelapa sawit dalam jumlah besar pula, dalam hal ini tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sekitar 27,5 juta ton basah (1 ton TBS/Tandan Buah Segar menghasilkan 200 kg CPO, limbah TKKS 250 kg, dan limbah cair 0,5 m3). Masih ada limbah sawit lain, seperti pelepah 4%, cangkang 6,5%, serat 13%. Pemerintah melarang membakar TKKS langsung guna menghindari pencemaran udara.
Pelet Kayu/Limbah Kayu
PLN dan General Electric International Operation Co. bekerjasama membangun PLTBiomassa 1 MW (dari serpihan kayu/tumbuhan organik) di P. Sumba (NTT) yang melahap lahan sekitar 100 Ha..

Limbah Jagung (+sekam padi)
Tahun 2009, areal jagung seluas 105,479 Ha menghasilkan produksi 569.110 ton dan limbah berupa tongkol, batang, dan daun sebanyak 2,2 juta ton. Sementara, padi seluas 44.829 Ha menghasilkan limbah sekam padi 51.385 ton. PLBM tersebut membutuhkan limbah jagung dan sekam padi 350 ton/hari. Studi kelayakannya telah selesai Januari 2011.

Jerami+sekam padi
Per 1 Ha sawah menghasilkan kira-kira 5 ton jerami dan 1 ton sekam. Artinya, 1 MW listrik dihasilkan dari 1500 Ha sawah. Sementara, luas lahan padi Indonesia sekitar 12,87 juta Ha (th 2010) yang berarti energi listrik setidaknya 8.600 MW dapat dipetik dari jerami+sekam padi, bila panen dilaksanakan setahun sekali (panen umumnya dilaksanakan dua kali setahun).

Gas TPA
Sampah di kota besar Indonesia sungguh besar jumlahnya. Tahun 2006 Jakarta menghasilkan sampah 25.700 m3/hari, Bandung 7.500 m3/hari, Surabaya 8.700 m3/hari (1.300 ton/hari, 2009), dan Semarang 4.651 m3/hari. Dari sampah itu, limbah organik saja yang akan masuk ke TPA, sedangkan lainnya (kertas, plastik, logam, gelas, dll) didaur-ulang. Setiap 500 ton/hari sampah yang diolah setara dengan daya listrik 5-6 MW.


Sinergitas Biomassa dengan BluePrint pemerintah



Dengan telah disahkannya Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 5 Tahun 2006 yang mengamanatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkanBlueprint Pengelolaan Energi Nasional, maka blueprint ini akan menjadi salah satu acuan
pengembangan energi nasional

Potensi Sumber daya Di Indonesia

Milestone Pembangkit listrik tenaga biomassa

Dengan adanya Blueprint dan potensi biomassa , Indonesia sangat potensial dalam mengembangkan energi baru terbarukan ini.


Sumber:
1. http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20III%20BIOMASSA/indexBIOMASSA.htm
2. Blueprint pemerintah dan perpres
3. http://energibarudanterbarukan.blogspot.com/2011/02/kondisi-ebt-saat-ini-di-indonesia.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment