Posts

Side

"Keberpihakan adalah keniscayaan" Saya sering terlenakan akan fleksibilitas saya dalam pergaulan. Pada satu sisi saya merasa nyaman karena berada dalam banyak tempat tampa ada sekat. Namun di sisi lain, dipertanyakan kepada pihak mana engkau memilih. Berada dalam bayang suatu golongan, A B C dsb. Terkadang saya merasa saat berada di satu tempat, misal A, saya memiliki kesan, rasa memperjuangkan A dengan lebih. Saya beranggapan bahwa A ialah tempat saya yang layaj diperjuangkan. Oleh karenanya, menurut saya berada dalam satu tempat akan lebih nyaman karena jelas. Kemudian, bagaimana hal tersebut dapat dinyatakan jelas jika hanya mengacu pada sebuah persepsi yang terkukung oleh keterbatasan. Dimulailah sebuah perjalanan, pengembaraan sebuah ranah pergaulan. Dengan menambah wawasan dan berada dalam banyak tempat membaw saya kepada sebuah pandangan yang lebib luas. Objetivitas lebih dapat dicerna dalam setiap hal. Hingga saya merasa nyaman berada dalam naungan beragam sayap t...

Nguri uri

Dadose mekaten. Kula ajeng crito pas kula alit. Dados, saking kula alit, kiro-kiro pas tk biyen, niku bapak mesti nyontoni kula dingge nguri uri lan ngrumat opo wae. Contone, ket biyen bapak iku wong e rapi, barang opo wae mesti dirumat tenanan. Bapak mung ngendiko "Koe bakal ngerti rasane ngrumat nek koe nduweni". Ket biyen aku ra dhong bab iku, soale yo opo sek tak nduweni saiki ki hakikate yo kangungan e bapak ibu. Dadose yo aku kurang iso ngerti rosone nduweni. Lha banjur aku wis, bar 10tahun mengarep, ngerti rasane 'ngentukke' barang. Yo aku njuk ngerti rasane ngrumat mergo perjuangan mbiyen. Seko kono aku lagi ngerti nguri uri ki ora gampang. Ngrumat niku wajib hukume menurutku. Na perkoro mau iki dadi latar belakang, mau isuk pas nyaponi latar aku lagi ngerti. Ujuk ujuk kok kelingan ngendikone bapak. Mungkin saiki kula wes teng fase, sementara mboten nyuwun arto, dadose kula ngertos tumbas barang niku mboten gampang lan njogo ki wajib mau hukum e. Banjur ...

Angin

Image
Padanya ku diajarkan. Angin pun bisa menjadi penghidupan. Bagi mereka yang tinggal jauh dari keramaian. Adakah mereka terbesit akan kemewahan. Tidak kawan. Sungguh setitik nikmat adalah sebesar syukur dalam keterbatasan. Pada mereka kami diajarkan kehidupan. Bahwa sejatinya hidup adalah sabar atas cobaan dan syukur di setiap kenikmatan. Hingga bisa menjadi sebenarnya insan. #Refleksipagi #wind #energy

23 Juni 2014

23 Juni 2014 " Bahrul Jalaali Dalam gelap malam sering terlihat gemerlap sebuah bintang yang bergugus dengan indah dan terpola dengan sususan yang tidak dapat dijelaskan melainkan dengan kekaguman yang luar biasa. Sebuah fenomena menakjubkan yang terbalut dalam kata sains. Saya hanya seorang penyuka fenomena sains, pertama mengenal sains melalui sebuah buku yang mengangkat topik Astronomi pada saat sekolah dasar. Sebuah buku yang menjelaskan tentang gugusan bintang dengan polanya. Berada di lingkungan akademisi, akses akan ilmu dan literatur cukup mudah hingga pada suatu saat mendapatkan sebuah literatur yang menjelaskan tentang apa itu reaksi Fisi. Pembangkit listrik tenaga reaksi Fisi merupakan  sebuah pemicu rasa keingintahuan akan energi terbarukan saat menduduki jenjang sekolah tinggi. Dengan bermodal keingintahuan akan fenomena sains dan sedikit basis matematika membawa kearah sebuah pilihan, bahwa di jurusan teknik lah dapat lebih bisa mengenal apa itu reaksi f...

Sore itu, Kami

Sore hari ini aku berjalan ke penjuru kota. Aku tidak ada niatan khusus hari ini, hanya ingin berjalan sembari menenangkan pikiran. Sejak siang tadi aku merasa ada beberapa pikiran yang kurang jernih dan tenang, sekarang waktu yang tepat kupikir, untuk berjalan santai meninggalkan hiruk pikuk keramaian. Saat kunikmati headset bersama lagu yang menurutku menyenangkan, ada seseorang menuju kearahku. Aku sedang berada di jembatan Kewek dan kudapati seorang dengan pawakan proporsional, mata biru dan berambut pirang, dia tersesat kupikir. Aku tetap tidak menghiraukan langkah, aku tetap duduk mengamati aliran code dan kendaraan. Dalam hening,  " Enshuldigung, Heute Nachmittag ich habe zu fuss in die Ecke der Stadt. Ich habe keine besondere Absicht, ich moechte nur zu fus, waerend beruhigende meinem Kopf "  wanita pirang tersebut membuka percakapan yang memecah keheningan. Meski aku saat ini terbiasa dengan percakapan Jerman, akan lebih baik jika menggunakan bahasa peme...

Kok bau bangkai #Untold #2

Ceritanya, saat itu di kelas kuliah, mata kuliah perpindahan panas dan massa. Ada aku, temanku, panggil saja marko. Aku duduk di samping marko, aku pakai kemeja dan menggunakan pulpen Indomarko. Saat pelajaran, kami memperhatikan, 10 menit kemudian, aku hilang kesadaran. Saat dapat kesadaran lagi, si marko membuka percakapan. ,,udah bangun, rul ?" ,,aku ga tidur" ,,lah itu barusan ?" ,,oh, aku cuma lupa dicharge, kaya laptop yang hibernate" ,,terserah lah" setelah itu, papan tulis sudah penuh, waktunya mencatatat biar rajin. Tulisanku bagus waktu itu, soalnya aku pakai pulpen indomarko. Cantik mbak kasirnya, tapi aku belum suka. Ditengah mencatat, si marko kembali mulai bercakap ,,eh rul, ada pulpen lagi ga ?" ,,kenapa emangnya ko ?" ,,ini, pulpenku mati" ,,udah dari kapan matinya ?" ,,ini barusan" ,,wah, pantas saja..bau bangkai, mau disholatkan po?" ,,......" setelah itu, marko diam seribu b...

Kiblat umat muslim #Untold #01

   Untold 1 kumulai dari peristiwa hari ini. Saat ini aku sedang mendengarkan lagu SO7-Kita. Disampingku ada kue kering rasa keju kacang sisa lebaran kemarin. Sebelah kananku ada gitar yang sewaktu-waktu kumainkan, meski masih fals. Dibelakangku ada sandaran kursi, kursinya mirip kursi di ruang KPFT 2.1. Jadi, begini     Perkenalkan, masku namanya ‘suwito’. Dia adalah suami dari istrinya. Istrinya itu wanita, anak dari bapak dan ibunya. Ibu dari istrinya mas suwi adalah kakak perempuan dari adik lelakinya. Adik lelakinya ada 3. Salah satunya punya anak lelaki. Dia sedang mendengarkan lagu SO7. Sehingga, mas suwi ini adalah kakak ipar aku. Belum lama sih, setahun mungkin, bahkan lebih atau kurang, lupa sih. Lebih kayaknya.     Hari ini aku ke rumah budhe aku, disana ada pakdheku, ada budhe, mbakku, mas suwi, warung, motor vario, sofa dan kita berbanyak di rumah itu. Kami cerita banyak disana, tapi kami ga cerita kenaikan harga cabe. Saat itu, aku ...